Sabtu, 17 Maret 2012

ensiklopedi cilik


Tumbuhan Ternyata Bisa Ngobrol

Kawan-kawan, ternyata tidak hanya kita lho yang bias ngobrol. Tumbuhan juga bias ternyata. Ada sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa tumbuhan ternyata saling berkomunikasi.

Para peneliti itu memodifikasikan gen kubis yang memicu keluarnya gas saat permukaan tanaman dipotong atau dilubangi. Modifikasi gen itu demi membuktikan bahwa tanaman “saling bebrbicara”.

Peneliti menambahkan luciferase protein ke DNA sehingga emisi tanaman dapat dipantau di depan kamera. Luciferase protein  menimbulkan cahaya kunang-kunang dalam gelap.

Tanaman kubis yang daunnya dipotong dengan gunting mulai memancarkan gas, namanya jasmonat metal. Gas itu lalu seperti memberitahu tumbuhan lain nahwa ada bahaya di sekitar mereka.
Setelah itu, ternyata dua tanaman kubis di dekat tanaman yang dipotong itu menerima pesan untuk melindungi diri.mereka melindungi diri dengan memproduksi bahan kimia beracun pada daun untuk menangkis hewan pemakan seperti ulat.

Kawan-kawan, ini adalah pertama kalinya proses tersebut tertangkap kamera. Para ilmuwan mengatakan penelitian itu makin memperbesar dugaan bahwa semua tanaman berkomunikasi satu sama lain melalui bahasa rumit yang tidak terlihat.

Rekaman itu akan ditampilkan sebagai cuplikan dari serial tiga bagian “How to Grow a Planet” di BBC2. Profesor Lan Steward yang melakukan percobaan itu di Exeter University, berkata, “Gas itu memicu perubahan aktivitas biologis dua tanaman di sebelahnya. Mereka mendeteksi pesan yang memperingatkan mereka untuk melindungi diri.”

“Mungkin ada obrolan antara berbagai tanaman, bahwa mereka secara kimia dapat merasakan hal yang terjadi pada tumbuhan lain, ini tak ubahnya ada bahasa rahasia yang tersembunyi di sekitar kita.”

“Kebanyakan orang beranggapan bahwa tanaman menjalani hidup pasif, kenyataannnya mereka bergerak, punya rasa dan berkomunikasi, hampir bisa disebut mereka punya sejenis kecerdasan,” kata professor Lan.

Profesor Nick Smirnoff yang memimpin penelitian itu juga mengatakan bahwa temuan mereka bukan berarti bahwa tanaman bias merasa sakit. Tanaman tidak memiliki saraf.

Profesor Smirnoff, ahli biokimia mengatakan, “Kami telah berhasil menunjukkan secara terlihat bahwa gas yang dipancarkan oleh tanaman ketika terluka akan memengaruhi tanaman di sekitanya.”

“Belum jelas mengapa hal itu akan menguntungkan tanaman lainnya karena tanaman selalu saling bersaing. Masih banyak yang harus dipelajari.”

Subhanallah ya kawan-kawan, ternyata tidak hanya kita yang bias memperingatkan teman kita jika ada bahaya, tumbuhan ternyata juga punya cara lain untuk berkomunikasi dengan lainnya jika bahaya dating. Memang ciptaan Allah swt di dunia ini sangat menakjubkan ya . {}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar